Artikel

Kamis, 07 Juni 2012

Semarangku TIDAK AMAN

yakk.. maafkan saya yang mangkir dari dunia menulis, soalnya yah.. lagi sibuk.. banyak yg mau aku critain sebenernya,,
cuma kali ini aku mau cerita tentang kota ku. YA! kota dimana aku lahir dan tinggal,
setau aku, warga semarang itu kalem2, sopan2, baik2,,
tapi.. knapa skarang kejahatan merajalela dimana mana? T_T
dan bikin aku parno untuk keluar rumah! ya keluar rumah baik siang atau malem..
bener2 parno kali ini,
sampai aku bertekad, kalo ada motor yg macem2 ke deket motorku, tendang aja. yg oenting kita bela diri.
semarang mulai ga aman..
cerita temen2 kuliah..
1. kalo lagi boncengan di motor, yg blakang jgn main hp. skg modelnya ngerampas hp yg dipegang. pake hipnotis2an.. jadi temenku itu ga sadar kalo hapenya uda di pegang si rampok, lah,, yang nyetir di depan teriak2,, baru temenku sadar. kalo hapenya di pegang, tinggal ditarik dr tangan temenku, raib deh hapenye.

2. kelakuan geng motor yang nyelakain pengendara motor sampai meninggal selebihnya karena iseng! plis dehhh nyawa lo jadi iseng2??

3. rampok! ini temen kelasku yg cerita, temennya pulang malem2 berdua sama lakinye, di jalan dia di rampok. yg depan udah ngasih smua brg2 berharganya, yg blakang keukeuh ga mau.. akhirnye?
mungkin yg blakang itu mahasiswa tingkat akhir, ya LAPTOP sangat berharga buat mahasiswa tingkat akhir, right?

4. baru2 ini,, ada kejadian. temen satu universitas saya, meninggal karena di jambret,,
artikelnya : maaf copas dari suara merdeka...
kepanjangan kalo di critain

Dijambret, Mahasiswi Hamil Tewas
:SEMARANG - Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Jurusan Sastra Inggris angkatan 2008, Natisa Listyani Nasiroh (24) warga asal  Bangsri, Jeruk Wangi Jepara, ditemukan tewas. Perempuan yang tengah hamil 7 bulan ini tewas akibat aksi  penjambretan di Jl Sultan Agung, tepatnya di depan SMA Don Bosko, Rabu (6/6) pukul 00.45. 

Kejadian itu membuat suami korban, Marcel Pindo Purba,  keluarga, serta rekan kuliah shock. Setelah berada di kamar mayat Rumah Sakit Dokter Kariadi selama 17 jam, jenazah korban dijemput pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka.  
Adik korban, Lega Zea (19) mengatakan, kabar kakak perempuannya meninggal diperoleh dari pihak kepolisian yang datang ke rumah di Bangsri Jepara. 

”Kami sedang berada di rumah, tahu-tahu pukul 14.00 polisi datang dan mengabarkan kalau Mbak Tisa meninggal,” tuturnya saat ditemui di kamar mayat Rumah Sakit Kariadi, kemarin. 
Mendapat kabar tersebut, dia dan beberapa kerabatnya langsung ke Semarang. ”Kami cek di kamar mayat ternyata benar itu mbak Tisa,” ujarnya sambil menunduk sedih.

Menurutnya, malam sebelum kejadian pukul 23.00, Lega masih berkomunikasi dengan korban via BlackBerry. ”Saat itu mbak Tisa masih berada di kontrakan, beberapa kali chatting dan terakhir waktu dia (korban-Red) update status ”kepala pusing”  tapi chat saya tidak dibalas,” ungkapnya.  

Dia juga mengungkapkan, hampir setiap malam kakak perempuannya selalu keluar rumah untuk mengirimkan barang dagangan berupa pakaian melalui jasa pengiriman JNE di Jl Sultan Agung. 

Dari rumah kontrakan di Perumahan Banyumanik, kakaknya berangkat mengunakan Yamaha Jupiter. ”Kadang berangkat berdua dengan suami. Tetapi saat itu Mas Pindo di Kalimantan,” tuturnya. 
Setiap pergi, lanjut dia, Natisa selalu membawa tas cangklong yang berisi uang, perhiasan dan ponsel.  
’’Jumlahnya saya tidak tahu, yang jelas  dia (korban-Red) bawa uang untuk membayar ongkos pengirman barang online,” tandasnya. 

Tarik Tas

Terkait kematian Natisa, saksi mata Aji Yulianto (24) mengatakan, sebelum kejadian korban yang menggunakan motor sendirian melaju dari arah Akpol menuju lokasi kejadian. Korban dibuntutio dua sepeda motor Yamaha Vixion warna merah dan Honda Megapro hitam dengan empat pengendara. ”Motor Jupiter ngebut tapi tetap dikejar terus dipepet,” kata pedagang angkringan di sekitar lokasi kejadian.

Lebih detail diceritakan, motor Vixion sejajar dengan motor korban, sedangkan Megapro di belakang. Pembonceng Vixion merebut dan menarik tas caklong korban. Dalam hitungan detik, tas milik korban berpindah tangan. Korban yang berusaha mempertahankan barang miliknya, justru terpelanting dan membentur aspal. 
”Saat dia (korban-Red) terjatuh, motor Megapro yang berada di belakang menabraknya. Kami juga mau ditabrak saat hendak menolong,” ungkapnya. 
Keempat pelaku tanpa mengunakan helm itu kabur meninggalkan korban yang kritis. ”Mereka ke arah Jl Dr Wahidin,” ujar Aji. 

Peristiwa ini langsung dilaporkannya ke Polsek Gajangmungkur yang kebetulan hanya berjarak 500 meter dari lokasi kejadian. Selang beberapa menit kemudian, petugas tiba di lokasi dan meminta keterangan pada beberapa saksi. 
Korban yang sudah dipastikan meninggal langsung dibawa ke RS Dokter Kariadi guna proses autopsi.
Kapolsek Gajahmungkur Kompol Ave Guna Pandia mengatakan, penyebab kematian wanita yang hamil 2 bulan itu pihaknya belum mengatahui secara pasti korban meninggal akibat jadi korban penjambretan atau kecelakaan tunggal. ”Kami masih meminta keterangan dari beberapa saksi dan tim kami masih melakukan penyidikan di lapangan,” jelas Pandia. (ebp,J12-61)
(/
yak... hal kaya gitu yang aku takutin waktu keluar rumah.
almh tidak bisa teridentifikasi malem itu, baru besoknya teridentifikasi.
besok siangnya ada kasus penjambretan lagi di daerah telaga bodas,

ati2 aja kl keluar rumah mlm2. mending di rumah aja deh jd anak rumahan dulu sampe suasana mereda..
orang jadi jahat karena ada kesempatan untuk menjadi jahat kan....
barang berharga? taruh di jok motor aja, kayak dompet hape, gapapa lah repot sedikit,, daripada knapa2,,

masih ga mikir2 sebelum keluar rumah?

smoga semarangku aman kembali ya allah,,
amin