Artikel

Senin, 30 September 2013

#1Hari1PostingBlog Sedekah itu Perlu (Hari ke 8)

hai hai unyu'ers. haha
pokoknya kebut2 bayar hutaangg yeayy
tema postingan kali ini "Hal kecil yang pernah dilakukan tapi berkesan" sebenernya aku bingung.
ya karena apa hal kecil yang aku lakukan dan berkesan?
karena aku sendiri merasa. apa yang aku lakukan ya biasa2 saja. ga ada yang berkesan. sampai aku teringat sesuatu. bahwa balasan dari allah itu 10x bahkan berkali kali lipat dari apa yang kamu keluarkan.


Sedekah...
waktu itu aku sama sohibku lagi jalan2 mau ke CL. iya. sebelum masuk CL kita berdua liat di terasnya ada kakek2 bawa timbangan badan. mungkin buat kalian biasa aja. dan banyak pula yang mengacuhkannya. lihat  semangat hidupnya sang kakek, aku terharu. awalnya mau cuek-cuek aja dan langsung masuk ke CL karena laper, tapi hati aku terusik, ga bisa. dan aku bimbang. ya kan aku ga pernah mau buat di timbang, jadi aku harus cari orang lain buat mau ditimbang, dan pilihanku tertuju kepada, sahabatku. ya, Diba aku suruh nimbang, dan aku yg bayarin, karena aku tau, kakek itu pasti ga mau dikasih uang cuma-cuma. karena apa? karena dia masih punya harga diri. masih lebih tinggi derajatnya daripada pengemis. bukan apa2 ya, seenggaknya kakek itu masih mau bekerja untuk membiayai hidupnya, daripada pengemis, yang maksa2 minta uang dan ternyata itu sindikat? who know's?
setelah Diba aku bujuk biar mau ditimbang, ga butuh waktu lama sih, soalnya dia juga tersentuh. kita balik dan ngedeketin sang kakek. setelah diba ditimbang "45kg nak, wah sehat ya" (dan aku bisa bayangin kalo aku yang nimbang (._______________.). diba pun bertanya "berapa kek?". "dua ribu nak" *deg*, bukan karena terlalu murah atau bagaimana. tapi kakek itu tanpa rasa capek (ngapain malu, orang dia menjual jasa dengan halal)  membawa kesana kemari dan dapet pelototan atau senyum sinis bahkan pandangan jijik dari orang-orang hanya demi dua ribu, bukan apa-apa. bahkan di jaman sekarang ini dua ribu aja sekali parkir motor. tapi kakek itu mengumpulkan uangnya untuk menghidupi dirinya, (ah teganya anaknya yang membiarkan orang tuanya seperti itu) :'( ngetiknya pake emosi, kalo inget hari itu rasanya campur aduk.
aku memberikan diba uang puluhan ribu, karena jika aku yang memberinya langsung, aku takut sang kakek akan menolaknya, "duh nak, kakek ga ada kembalian". dengan kode aku lirik diba "gausah kek, makasih ya". lalu kakek itu membungkuk untuk mengucapkan terimakasih. mungkin mata kita liihatnya biasa, tapi, hati teriris. bahkan setelah kita berlalu aku mengusap air mataku, ya, aku membayangkan kakekku (alm) kalau sampai begitu, sebagai cucu pun aku gak tega.

Seminggu setelah itu,
 ibu ngajak aku dan adek ke lokasi kerja babeh, di Serang, babeh lagi sandar di Merak kalo ga salah. lupa. abis dijemput dan di hotel. malemnya babeh dateng, dan bawa banyak barang yang kudu kita angkut kalo pulang nanti (._.). Dan aku menemukan sebuah box, dan kata babeh itu buat aku.
mau tau isi boxnya apa? nih!


iya. kaget? aku lebih kaget. karena aku tuh ga minta. dan boleh dibilang babeh tuh nanyanya sambil lalu dan aku sampe ga yakin bakal di beliin karena tingkahnya babeh ya emang konyol2 begitu, kalo aku minta barang yang bukan buat keperluan sekolah, beh! susah banget. Beli Beriberi aja pake duitku sendiri, karena babeh ga suka beriberi. kalo misal aku ngambek gara2 ga diturutin kemauan aku babeh bakal jawab :"sana ikut orang tuanya temenmu, kalo ga suka sama aturan dirumah" atau "sana milih bapak yang lain sana, yang kaya, yang punya apa saja". -_-" bahkan handphone2ku biasanya bekas babeh sih, soalnya aku juga ga begitu butuh hp, kan yang butuh babeh ngehubungin aku. haha

dari situ aku merenung, apa ini balasan seminggu yang lalu? dan dari situ aku belajar artinya ikhlas.
aku share begini bukan mau di cap pamer, tapi buat pelajaran. ketahuilah selalu ada balasan sekecil apapun dari allah SWT. maka untuk itu, lakukan suatu kebaikan jangan ditunda-tunda. :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Mari berkomentar yang baik yaaaa