Artikel

Senin, 14 Juli 2014

mengenalmu di awal tahun ajaran baru

Awal tahun ajaran baru, aku mengenalmu dari jejaring facebook, kamu memang adik tingkatku, ternyata kamu tiga tahun lebih tua daripadaku. Perkenalan kita lalui tahap demi tahap, hanya untuk saling bertukar nomer handphone saja butuh waktu enam bulan, kemudian berlanjut sms selama beberapa waktu, baru kita bertelpon ria. Aku menikmati proses perkenalan yang aneh itu, karena aku tahu kau pun menyukainya.
Selama enam bulan intensitas percakapan kita hanya sebatas facebook, jika aku lama membalas pesanmu, maka kau pun akan mengirim lagi dan lagi. Aku tahu percakapan yang tak seberapa penting itu telah menjadi sebuah rutinitas yang kita nikmati bersama.  Liburan semester di depan mata, kita menyadari bahwa kita akan sangat jarang membuka socmed, kau meminta nomer telponku lebih dulu. Aku salah menilai. Aku kira kamu hanya berbasa-basi untuk meminta, ternyata kamu langsung mengirim pesan malam itu.
Setelah bersms selama dua minggu, kau meminta ijin menelpon. Mendengarkan suaramu untuk pertama kalinya, perbincangan kita berlangsung selama dua jam. Terlalu banyak kata yang tersimpan selama ini, dan semua mengalir begitu saja saat kita berbicara, semenjak itu, kegiatan bersms dan menelpon menjadi rutinitas kita, walaupun kita belum bertemu muka secara langsung. Yang kita lakukan hanyalah melihat dari kejauhan, meyakinkan diri bahwa kau dan aku ada.
Awal semesteran, kita merasa terlalu lama kita bersembunyi selama ini, memutuskan bertemu dan malu-malu, sore itu. Aku tahu kau menjauh saat aku mendekati area pertemuan kita, dan aku pun mengurungkan hal yang sama. Ah, kita terlalu malu untuk bertegur sapa. Hal yang kunanti ialah hari Rabu, hari di mana aku menggunakan kelas kuliah di wilayahmu. Dan kau pun selalu mengintip saat aku sedang di kelas, yang kemudian menerorku dengan pesan singkat ataupun telepon karena mengacuhkanmu. Pendekatan ala anak SMA yang selalu membuatku tertawa kecil.
Memutuskan main bersama menjadi pilihan kita, karena kita sudah semakin dekat dengan ketidak pastian ini,

Mengenalmu, aku rasa itu salah satu rencana tuhan, apakah kita akan bersama atau tidak itu yang masih menjadi misteri. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Mari berkomentar yang baik yaaaa