Artikel

Minggu, 06 Juli 2014

Penikmat Kamu

Mendung menggelayuti kota ini. Aku hanya bisa duduk terdiam sambil memandang ke luar jendela menatap langit yang berselimut mendung. Tak lama kemudian, tetesan hujan membasahi kaca jendela itu, terus kupandangi sembari menyesap hot chocolate yang sudah hampir dingin yang kupesan dari tadi. Setiap melihat hujan, kenangan tentangmu terus menerus berkejaran seolah ingin melompat keluar, aku teringat ketika kamu duduk di sisiku dan kita asik bercengkrama berdua. Aku pun tersenyum kecil.
Aku memang bukan pencerita yang baik,. Aku hanya penikmat cerita, cerita tentang kamu terutama. Setiap bersamamu otakku sudah mengetik sendiri cerita tentang kita berdua, lucu bukan? Bagaimana aku bisa sebegitu tertariknya kepadamu, segala sesuatu yang tentang kamu mampu membuatku semakin ingin tahu tentangmu.
Aku teringat bagaimana dulu dirimu melindungiku, bagaimana dulu dirimu menginginkan tawa keluar dari bibirku, bagaimana dulu dirimu panik ketika aku marah, dan bagaimana dulu kamu memperlakukan aku. Atau mungkin bagaimana kamu menyembunyikan perasaanmu sebegitu pintarnya, hingga aku pun tak bisa menebaknya, atau apakah aku yang terlalu cuek dan gak peka dengan perasaanmu? Entahlah.
Sekarang, dunia kita sudah semakin berbeda, semakin jauh, kehidupan dan kesibukan kita pun tak bisa dikatakan sama tetapi ada hal yang selalu sama, perasaanku. Maaf, aku baru menyadarinya setelah kamu memutuskan pergi dan meninggalkan kisah masa SMAmu begitu saja.

Bagaimana dirimu sekarang? Suka berkeliaran di sosial media ya? Tapi aku tahu, kau tak mengacuhkanku. J

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Mari berkomentar yang baik yaaaa