Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Perayaan Kemerdekaan di Al-zaytun

assalamualaikum nyuuu... Merdeka!!!
Dirgahayu Indonesiaku yang ke 69, Semoga Negara ini semakin maju!!! malem ini emm, maksudnya pagi, soalnya post semalem masih di draft -_- gue mau cerita, tentang Upacara Kemerdekaan di sebuah Pondok Pesantren terbesar se-Asia Tenggara, yap. Al-Zaytun, alesannya?
gue alumni sana bro. dan gue bangga jadi alumni sana, silahkan lo berasumsi apa terhadap almamater gue, yang jelas gue mau cerita sedikit tentang apa yang barusan gue liat di yutub. iya, abis liat video di youtube ini gue flashback lagi, dan momen di sana itu bikin gue kangen dan melihat satu hal. Toleransi yang sangat besar ada di sana. di saat gue di sini ngelihat orang-orang yang ada di sekitar gue ngebenci tetangga sebelah, tapi setelah liat video ini, gue mikir kalo keindahan budaya toleransi masih ada di sana. terharu? iya. perayaan upacara kemerdekaan tahun lalu (2013) buat gue melek. bahwa apa yang ada di sana ga kayak yang orang-orang awam bilang. mereka bilang kita engga nasional…

mimpi yang sederhana

Mimpiku sederhana, sesederhana caraku untuk berbahagia Mimpiku bersama denganmu melintasi waktu, suka dan duka bersama-sama Mimpiku melihatmu tersenyum hanya kepadaku dan membuatku bangga Mimpiku bisa memilikimu untuk rentang waktu yang lama Sederhana bukan? Tapi, entah kenapa jarak yang membentang jauh di antara kita Begitupun kamu, Saat menyadari bahwa senyummu bukan lagi untukku seorang Saat menyadari bahwa perhatian kecilmu bukan lagi untukku Saat mengerti bahwa dirimu telah menemukannya Rasaku sirna, luluh lantak diterpa badai Bagaimana bisa? Salahkulah yang terlalu mengedepankan ego Bahkan, di saat kita tak lagi bersama ada kalanya kita saling memikirkan Hei, kenapa kau memikirkan aku padahal kau punya ia yang bisa kau pikirkan?
Apakah aku layak untuk kau perjuangkan seperti aku yang akan memperjuangkanmu?

Hai, bagaimana kabarmu, Tuan?

Kepada pemilik kharisma yang selalu menggetarkan jiwa, Bagaimana kabarmu? Baikkah keadaanmu? Begitupun aku di sini baik-baik saja Sepertinya kau semakin sibuk ya? Semakin banyak proyek yang kau kerjakan atas nama kemanusiaan Bagaimana bisa aku tidak bangga dengan pencapaian yang kau raih? Bagaimana bisa aku tidak mendukung apa-apa yang sedang kau kerjakan? Bagaimana bisa aku menutup mata dengan hal baik yang kau lakukan? Aku selalu mendukungmu dan mendoakanmu di sini, tentu saja Walaupun aku tahu, engkau mungkin tidak lagi memerlukan dukunganku Dan kau mungkin tidak merasa perlu lagi untuk berdiskusi denganku tentang hal kecil ataupun hal besar lainnya, aku rasa engkau tak akan memerlukannya lagi. Karena kau semakin jauh dan jarak diantara kita membentang semakin lebar Sadarkah kamu? Yang perlu kau tahu, aku akan tetap di sini, menanti sekiranya kau akan kembali Dan kau harus tahu, pertemuan berdua denganmu selalu kunantikan J
Kepada pemilik senyum yang paling jahil dan tulus saat …