Artikel

Jumat, 15 Agustus 2014

mimpi yang sederhana

Mimpiku sederhana, sesederhana caraku untuk berbahagia
Mimpiku bersama denganmu melintasi waktu, suka dan duka bersama-sama
Mimpiku melihatmu tersenyum hanya kepadaku dan membuatku bangga
Mimpiku bisa memilikimu untuk rentang waktu yang lama
Sederhana bukan?
Tapi, entah kenapa jarak yang membentang jauh di antara kita
Begitupun kamu,
Saat menyadari bahwa senyummu bukan lagi untukku seorang
Saat menyadari bahwa perhatian kecilmu bukan lagi untukku
Saat mengerti bahwa dirimu telah menemukannya
Rasaku sirna, luluh lantak diterpa badai
Bagaimana bisa?
Salahkulah yang terlalu mengedepankan ego
Bahkan, di saat kita tak lagi bersama ada kalanya kita saling memikirkan
Hei, kenapa kau memikirkan aku padahal kau punya ia yang bisa kau pikirkan?

Apakah aku layak untuk kau perjuangkan seperti aku yang akan memperjuangkanmu?