Artikel

Minggu, 22 Februari 2015

kisah kita

jangan pernah menyalahi kisah kita yang tlah lama usai
jangan pernah mengingat dan ingin mengulang kembali ke masa itu
jangan pernah menyalahkan diri sendiri bagaimana kita bisa berpisah
jangan.
jangan pernah

apa yang kamu dan aku jalani saat itu, tak lebih dari sebuah fase
fase yang mengajari kita arti untuk lebih menghargai satu sama lain
fase yang mengajari kita untuk lebih memahami masing-masing kita
fase yang membuat kita lebih mengerti pentingnya sebuah setia

kamu dan hidupmu, aku dan hidupku tak lebih dari skenario panjang yang telah tuhan perlihatkan
sekarang, hidup ini milikku dan milikmu, bukan milik kita,
tapi tenanglah, aku tak akan mengganggu kehidupanmu kecuali untuk memberikan sebuah janji yang belum kutepati

tenanglah di sana, sayang. telingaku akan tetap setia mendengarkan keluhmu sebagai teman.
kutujukan surat ini untuk kamu, meski aku tak tahu apakah kamu akan membacanya atau tidak
kutujukan surat ini karena rengekanmu dulu yang ingin cerita kita ditulis di sini.

Senin, 16 Februari 2015

kamu, menyebalkan @Godsertoe

hai, selamat petang. 
mungkin kamu akan kaget ketika tahu ada surat ini diantarkan oleh kang pos kesayanganku, ya surat ini untuk kamu. 

hei, terimakasih ya, telah menjadi teman berbagi. ^^
selalu bersedia menjadi sandaran saat aku butuh, kadangpun menanyakan aku kenapa yang akan selalu refleks kujawab "aku gak papa kok, knp emangnya?". oke aku akan melakukan penelitian knapa orang terutama wanita saat ditanya kenapa, selalu menjawab gak papa. :P

kadang kita melakukan hal-hal gajelas seperti call Line sampe tengah malam dan selalu aku yang duluan ketiduran, kadang yang menyebalkan dari kamu ialah ketika kamu mengeluh sedang galau dan bete, kamu cerita dan kemudian kau membuatku galau, setelah itu kamu pamit tidur!!! itu sangat-sangat kampret. iya. kampret. dan kamu malah ketawa paling keras saat tahu aku galau dan katamu "aku sengaja menyebalkan biar selalu diingat, yang nyebelin biasanya yang paling diinget kan?" T__T #KHANMAEN

kadang kamu emang nyebelin, kadang ngeselin, kadang bijak, dan kadang ga kampret, kadang juga baik, kadang juga jail, apalagi jailnya kalo abis bikin galau orang trus ditinggal tidur T__________T
zzzzzzzzzzzz... kalo deket udah kugetok kamu, sayang cuma chat, jadi cuma bisa ngasih emot pisau
 :(

ah entah, aku ga pandai buat surat, apalagi untuk kamu. doakan aku wisuda april ini ya, jangan molor-molor lagi biar bisa ke kotamu lebih cepat, nanti kita main bareng yaaa!! :D


ps : oh ya, katanya mau ke semarang? :P

Kamis, 12 Februari 2015

Terimakasih Riza.

Hai, Riza.

kuharap aku tak mengganggumu dengan surat ini. Surat yang mungkin ingin kuucapkan sebagai rasa terimakasihku karena mempunyai kamu.
Terimakasih kepada tuhan yang telah mengenalkan kita dengan caraNya sendiri.
Aku masih ingat pertama kali kita berjumpa di salah satu forum whatsapp.
Kala itu aku sudah menemukan dia, pun kamu menemukan wanitamu. Kamu menjadi sahabat yang baik untuk lelakiku, bahkan tak jarang kalian terlihat sibuk dan asik berdua.
Jarak tak pernah menjadi penghalang komunikasi, begitupun kita. Yang slalu menjadi teman bercerita yang menyenangkan. Rahasiamu aman pun aku (eh entahlah, krn lelakiku slalu tau apa yang kuceritakan pdmu) (--").
Saat aku memutuskan berpisah dengannya, kamu selalu ada untukku,  selalu sabar menghadapi segala curhatanku, telingamu tak pernah bosan mebdengar seluruh ceritaku, matamu tak pernah bosan untuk membaca semua chatku kemudian kau balas. Pun wajahmu dan tingkah laku konyolmu di layar saat kita skype-an yang tak pernah bosan kau menghiburku saat aku sedih. (Meskipun aku tahu, wanitamu mungkin sudah memarahimu kala itu) :p
Yang tak pernah kulupa, kau dan tertawamu yang khas saat mengetahui laptopku bermasalah sesaat setelah itu kaupun membantuku membetulkannya bermodalkan jaringan internet
Kamu berbesar sabar menghadapi rengekan-rengekanku yang begitu ingin semuanya sempurna. Dan aku tak henti-hentinya bilang aku menyayangimu saat aku tahu laptopku sudah kembali seperti semula :p

Nasihatmu yang paling kuingat sekarang ialah untuk ngga balikan sama lelaki yang pernah menjadi sahabatmu. Kau punya alasan tersendri untuk tak mau melihatku kembali tersakiti. Aku tahu. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan yang satu itu ya.

Kamu, selalu mengingatkanku kala aku melakukan kesalahan
Kamu, tak pernah bosan menasehatiku jikalau kelakuanku sudah kelewatan.
Kamu, dan segala kepedulian-kepedulianmu padaku.

Terimakasih telah menjadi teman yang sangat baik. Terimakasih telah mengenalkan aku arti dari kepedulian-kepedulian terhadap teman. Terimakasih.

Teruslah menjadi temanku ya, Ca.

Aku berterimakasih sekali sama rovy @rovylicious, yang telah membuat cerita Who Play Drama Will Get Karma di kaskus yang kemudian membuat usam @usambinzed, dan bang rio @riio286 untuk mengumpulkan kita di satu wadah.

Wadah itu telah berumur 2 tahun lebih, dan kusebut mereka keluarga baru. Karena yang namanya keluarga tak harus sedarah, tapi ia yang bisa menjadi sejarah.

Semarang, 17.40 sore yang hujan dengan deras.

Rabu, 11 Februari 2015

Semangat ya, kamu.

Hai, kamu-kamu kesayangan aku,
Yang selalu ada menemaniku di kala suka dan duka.
Terimakasih ya, tetap ada untuk saat ini.
Di saat semua orang mempertanyakan "kapan", tapi kalian berdua selalu membantu proses dan melihat bagaimana hasil kerjaanku, tak jarang mensupport dengan dukungan moral, yang akupun tahu, tanpa perlu kalian bilang sayang, aku tahu kalian peduli.
Aku tahu kalian juga punya masalah sendiri-sendiri, tekanan batin yang lebih daripadaku.
Kalian masih mau menungguku di sana, untuk kemudian kita terbang bersama, bertiga kan?

Hai para pejuang-pejuang jobfairku... Jangan patah semangat ya, jalan di depan masih panjang, pun jika kalian merasa ini terlalu lama, lihatlah aku yang sedang meniti jalan untuk menuju tempat kalian, jika kalian mau menunggu sebentar, mari kita berjuang bersama mewujudkan impian-impian kita yang tertunda.

Tak perlu menunggu 7 tahun dalam persahabatan seperti kata psikolog, bahwa ternyata nyaman ialah modal yang utama dalam sebuah pertemanan.

Terimakasih, kalian selalu menjadi yang terbaik untuk saat ini :*

Teruntuk : dita & fitria.

Selasa, 10 Februari 2015

Cara pemakaian Google Analytics

Cara mengetahui pemakaian google analytics dan manfaatnya terhadap media sosial.

9 Februari kemarin seperti biasa di grup whatsaap warung blogger atau yang lebih beken dikenal dengan nama #PojokWB sedang asyik berdiskusi tentang google analytics, aku sebenernya juga belom terlalu paham, post ini juga untuk catatan saja, sekaligus membantu teman-teman untuk sedikit tahu tentang google analytics dan apakah perlu digunakan untuk blogger atau pengguna media sosial.
Yuk simak bareng-bareng
Google analytics merupakan salah satu produknya Google yang berfungsi untuk menganalisis website/ blog kita dari segi lalu lintas pengunjung. Google analytics dapat menelusuri pengunjung berdasarkan informasi halaman pengacu, mesin pencari, iklan, jaringan pay-per-click, email marketing serta tautan.
Cara menggunakan google analytics :
~ aplikasi google analytics dapat  diakses di alamat : http://google.com/analytics/
~ tambahkan situs yang ingin dianalisis
~jika sudah ditambahkan situs yang ingin dianalisis ke Google Analytics, bisa dilihat langsung laporan terkait situs web seperti gambar
pic dari bang +Petrus Andre 

Cara menggunakannya: akses url di atas, masuk dengan akun google yang dimiliki, kemudian ada menu untuk menambahkan situs.
Adapun bedanya dengan overview yang di dashboard blogger yaitu dari segi kelengkapan informasi yang diberikan.
Ada menu user : total pengunjung per bulan/minggu. Kemudian pages/sessions : durasi rata-rata orang yang membaca postingan blog/website yang dianalisis. Laporan tersebut bisa dilihat per hari, minggu dan bulan. Dengan google analytics bisa melihat pengunjung masuk ke blog/website dengan kata kunci. Google analytics bisa digunakan untuk website yang sudah dipasang kode pelacakan google.
Manfaat untuk media sosial mungkin lebih ke menggaet buzzer, atau melihat keywords apa aja sih yang sering digunakan netizen, gitu kali ya?

Nah, segitu yang aku dapet dari hasil diskusi semalem, mau lagi? Ntar ya kalo diskusi lagi, atau kalo ada yang mau ditanyakan coba mention aja bang andrehnya di twitter, sepik dulu ya jangan lupa, doi jomblo soalnya ^^
Ciaoooo

Moderator : @unidzalika
Pemateri : @anddreeeh
<span data-iblogmarket-verification="bPYDEGwXwu0V" style="display: none;"></span>

surat ini tentangmu dan rasa yang pernah hadir


Kau ingat pertama kali kita jumpa di jejaring sosial yang paling heitz pada masanya itu? Saat aku dan kamu belum saling mengenal, ternyatakita satu kampus yang sama, kebetulan macam apa itu? Bahkan ternyata kita hampir mengenal semua orang yang ada di lingkungan kita, aku dan organisasiku serta kamu dan teman-temanmu. Aku ingat, bagaimana kamu pertama kali meminta nomer ponselku untuk bertukar pesan, karena online saja tak cukup bagi kita, pun masih kuingat bagaimana isi smsmu pertama kali malam itu yang kemudian bersambung pesan-pesan berikutnya hingga pukul 10 malam kau menyuruhku tidur karena kau juga ingin beristirahat.
Kita sama-sama saling menemukan ketika kita telah mengikhlaskan kehilangan, kau berpisah dengan wanitamu saat itu, dan akupun kebetulan mengalami hal yang sama, kau yang datang dengan tenang dalam kehidupanku saat itu. Malam itu, tak pernah terpikir olehku kau akan masuk dalam kehidupanku, aku tak berharap banyak padamu saat itu, namun siapa yang paling tahu perihal rasa?
Sejauh apapun bibirku berkata “tidak”, sekuat itulah hatiku berucap “YA”. Ah kau, aku tak habis pikir bagaimana caramu memasuki hati dan pikiranku, awalnya kuanggap kau hanyalah teman yang biasa saja, tak berkesan suatu apa, bagaimana bisa diriku tenang saat kau tak mengabariku sehari? Dan bagaimana paniknya dirimu mengetahui aku tak ada kabar padahal hanya karena provider kita yang error sehingga komunikasi kita tersendat.
Saat ada lelaki yang mendekatiku kau selalu menyatakan keberatanmu, menganggap semua lelaki yang datang hanya ada maunya saja, kau menghalau mereka semua, hingga tak pernah ada lagi lelaki yang kuceritakan kepadamu.
Bagaimana kau bisa menyemangatiku yang saat itu sedang  down,  bagaimana juga aku menjadwalmu kuliah, memarahimu jika tak datang kelas, pun jika kau bangun kesiangan, kita berlomba-lomba bangun pagi sesudah itu, pesanmu yang mengatakan “Hayo, kamu kalah, belum memberi kabar padaku, bangun dan sholat subuh dulu sana” saat aku membuka mataku, dan akupun tersenyum kemudian bangun dan mengambil wudhu lalu sholat setelah itu membalas pesanmu, menanyakan aktifitas seharian itu, jadwalmu pun kuhapal, begitupun kamu, kadang jika aku mengantuk, kita dengan nakalnya bertukar pesan, hingga kuliah yang membosankan itu selesai. Bahkan seringnya, kau mengikuti kelasku dari luar, kemudian mengomentari dosenku lewat sms dengan pesan ketawamu yang khas.
Banyak lagu yang mengiringi kisah kita, bahkan kadang kita nyanyikan berdua kemudian kau berujar “ini liriknya kita banget ya” dan aku hanya tertawa menimpalimu, sambil mengingat batasan kau hanya temanku.
Jujur membuatku serba salah, aku takut dengan mengakui rasa yang ada, maka kau akan menjauh, hal bodoh yang aku hanya bisa tersenyum sekarang, bahwa ternyata kau menunggu kejujuranku perihal rasa yang kupunya. Tak kurangkah segala bentuk perhatianmu kuterima? Tak kurangkah segala bentuk perhatianku untukmu? Godaan-godaan kecil kala kita bermain bersama, bahkan ringtone handphone kita setting secara khusus. Kau membutuhkan keyakinanku untuk melangkah bersama. Berdua.
Namun, hal itu sepertinya sia-sia, saat cinta kita tak berujung restu. Aku ragu, aku tak berani memperjuangkanmu karena ada satu hal yang mungkin tak bisa kuterima. Kau melihat keraguanku, namun hanya bisa diam, karena sejujurnya kau tahu alasanku meragu.
Jenuh, hingga pada akhirnya aku hanyalah wanita yang membutuhkan kepastian dari hubungan ini, berapa banyak teman yang memperingatkanku untuk menjauh darimu dan itu semua tak kugubris, hingga saatnyalah aku merasa ini semua harus diakhiri, perihal kamu, perihal kita dan rasa yang kita miliki.


Sekarang, kita menjadi asing, saling tak mengenal, namun kamu menjadi batu loncatan hidupku, semangatku untuk terus melangkah, aku sudah lupa caraku moveon hingga akhirnya aku terbiasa tanpa kamu. Terimakasih telah mengajarkan segala, mengajarkan arti peduli, mengajarkan untuk bagaimana merasa lebih peka. Bahagialah kau dengan wanitamu sekarang ya ^^