Artikel

Kamis, 12 Februari 2015

Terimakasih Riza.

Hai, Riza.

kuharap aku tak mengganggumu dengan surat ini. Surat yang mungkin ingin kuucapkan sebagai rasa terimakasihku karena mempunyai kamu.
Terimakasih kepada tuhan yang telah mengenalkan kita dengan caraNya sendiri.
Aku masih ingat pertama kali kita berjumpa di salah satu forum whatsapp.
Kala itu aku sudah menemukan dia, pun kamu menemukan wanitamu. Kamu menjadi sahabat yang baik untuk lelakiku, bahkan tak jarang kalian terlihat sibuk dan asik berdua.
Jarak tak pernah menjadi penghalang komunikasi, begitupun kita. Yang slalu menjadi teman bercerita yang menyenangkan. Rahasiamu aman pun aku (eh entahlah, krn lelakiku slalu tau apa yang kuceritakan pdmu) (--").
Saat aku memutuskan berpisah dengannya, kamu selalu ada untukku,  selalu sabar menghadapi segala curhatanku, telingamu tak pernah bosan mebdengar seluruh ceritaku, matamu tak pernah bosan untuk membaca semua chatku kemudian kau balas. Pun wajahmu dan tingkah laku konyolmu di layar saat kita skype-an yang tak pernah bosan kau menghiburku saat aku sedih. (Meskipun aku tahu, wanitamu mungkin sudah memarahimu kala itu) :p
Yang tak pernah kulupa, kau dan tertawamu yang khas saat mengetahui laptopku bermasalah sesaat setelah itu kaupun membantuku membetulkannya bermodalkan jaringan internet
Kamu berbesar sabar menghadapi rengekan-rengekanku yang begitu ingin semuanya sempurna. Dan aku tak henti-hentinya bilang aku menyayangimu saat aku tahu laptopku sudah kembali seperti semula :p

Nasihatmu yang paling kuingat sekarang ialah untuk ngga balikan sama lelaki yang pernah menjadi sahabatmu. Kau punya alasan tersendri untuk tak mau melihatku kembali tersakiti. Aku tahu. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan yang satu itu ya.

Kamu, selalu mengingatkanku kala aku melakukan kesalahan
Kamu, tak pernah bosan menasehatiku jikalau kelakuanku sudah kelewatan.
Kamu, dan segala kepedulian-kepedulianmu padaku.

Terimakasih telah menjadi teman yang sangat baik. Terimakasih telah mengenalkan aku arti dari kepedulian-kepedulian terhadap teman. Terimakasih.

Teruslah menjadi temanku ya, Ca.

Aku berterimakasih sekali sama rovy @rovylicious, yang telah membuat cerita Who Play Drama Will Get Karma di kaskus yang kemudian membuat usam @usambinzed, dan bang rio @riio286 untuk mengumpulkan kita di satu wadah.

Wadah itu telah berumur 2 tahun lebih, dan kusebut mereka keluarga baru. Karena yang namanya keluarga tak harus sedarah, tapi ia yang bisa menjadi sejarah.

Semarang, 17.40 sore yang hujan dengan deras.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Mari berkomentar yang baik yaaaa