Artikel

Kamis, 20 Agustus 2015

tak perlu takut

kepada kamu, sebuah hati yang selalu aku perhatikan, yang dengannya kujaga penuh kehati-hatian, yang tak pernah kubiarkan terluka sediitpun setelah luka yang terdalam saat terakhir kali aku menemukan dia yang kukira bakal menjadi tempat pemberhentianku, bukan tempat singgah sementara.
untuk dia yang selalu kuperjuangkan meskipun kutahu sedikitpun dia tak pernah memperjuangkannya, bahkan paham arti dari perjuangan saja aku ragu.
tahukah, aku hanya berharap kamu berbahagia dengan apa yang kamu jalani sekarang, tuhan maha baik, aku percaya. dengan Dia menunjukkan sesuatu tentang kamu, aku yakin tuhan punya maksud baik dibalik semua itu, Dia menyayangiku sehingga tak dibiarkannya aku terjatuh lebih dalam.
kita telah menempuh jalan yang berbeda, sayang. percayalah, tak ada masa depan untuk kita melangkah berdua.

hatiku biarkan aku yang mengurusnya, kau tak perlu repot2 untuk itu.
sekarang, aku terlalu nyaman dengan kesendirian. sendiri tanpa ada yang perlu repot2 aku urus, hanya diriku dan duniaku.
dan aku mulai lelah.
hingga pada akhirnya, aku terlalu takut untuk memulai semuanya lagi
bertemu orang baru, perkenalan, dan memulai.
jadi akan kubiarkan saja menunggu ke mana ia bermuara.


galau

hellooo epribadeeeehh

lama banget ya gue ga nulis di sini. awalnya gara2 nyekripsi, sidang dan lulus kemudian keterusan hiatus. hahahahha
apa aja  sih yang gue lakuin setelah lulus?