Artikel

Selasa, 30 Januari 2018

Jasamu akan selalu kukenang, bagiku kaulah pahlawan.

kali ini Mbak Relita dan Mbak Yuli pengen aku bercerita tentang guru atau panutanku, sejujurnya aku sangat mengidolakan ayahku. nggak ada anak perempuan yang nggak menjadikan ayahnya cinta pertamanya, bener nggak? banyak hal yang ingin aku tulis kalo udah ngomongin ayah, aku tahu banget gimana perjuangan beliau sendirian demi aku dan adekku, dan bagaimana perasaannya jika setiap saat harus jauh dari keluarganya menantang maut di lautan luas. gausah dibayangin ya, aku aja ngga kuat ngebayanginnya.



karena harus berjauhan itulah, aku memutuskan untuk bersekolah di tempat yang jauh dari rumah, biar ayah bisa tenang, gadis kecilnya dijaga di tempat yang tepat. Aku dengan pola pikir yang saat itu masih sangat labil menjawab keraguan ayah dengan satu kalimat sakti "disuruh mamah." Aku pun tak yakin dengan keputusanku saat itu, tapi yasudahlah, jalani saja, toh kehidupan di pesantren bisa bikin penasaran dan merupakan tantangan.

Dan ternyata benar, 6 tahun di sana membuatku menemukan beberapa teman yang pada akhirnya menjadi keluarga, Guru yang sudah seperti orang tua, dan senior yang sangat sayang sama adek-adeknya, banyak yang terjadi selama 6 tahun di sana proses pendewasaan diri juga ada di sana, berkat bantuan guru-guru yang mengenal dan mendidik kami seperti orang tua kami sendiri, karena kami semua jauh dari orang tua kami.

Guru-guru yang mengajar di angkatanku sudah menganggap kami seperti anaknya sendiri, apalagi aku yang pada dasarnya masih labil dan manjanya kebangetan, mereka akan lebih paham kalo aku lagi homesick dan pengen banget pulang ke rumah. mereka mendidik kami dengan penuh sayang, mengayomi dan menjadikan bahunya untuk tempat kami bersandar. Satu hal yang aku tunggu adalah reuni angkatan yang akan dilaksanakan tahun ini, 2018. 10 tahun sudah kami bepisah dan kini saatnya kami bertemu untuk melihat pencapaian apa saja yang sudah kami raih, bertemu guru-guru adalah salah satu wishlistku, karena lokasi sekolah yang jauh membuatku tak pernah mengunjunginya lagi selama ini.

tapi, kini sepertinya mimpi reuni dan bertemu mereka sepertinya hanya menjadi mimpi saja, kenapa? sudah setahun yang lalu, 116 guruku di sana dirumahkan tanpa diberi penjelasan. sudah setahun berlalu, dan almamaterku sedang bermasalah, dan aku cuma bisa berdoa, semoga masalah ini cepat kelar, karena aku rindu semua guruku yang ada di sana.

:)

mereka semua favorit aku, kalau kamu bagaimana? siapa sosok guru idola kamu? tulis di tab komentar ya

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Mari berkomentar yang baik yaaaa