Artikel

Sabtu, 08 Desember 2018

Media gathering bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang di Magelang


Media Gathering Bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang


Haiii, bagaimana kabarnya? Sesuai judul ya aku mau bercerita tentang pengalamanku mengikuti acara media gathering bersama DKK Semarang kemarin, 23-24 November 2018 di Magelang. Sudah 2 tahun ini ada acara bloger bareng DKK atau Kemenkes RI, dan ini sudah acara kedua yang aku ikutin, pesertanya tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu yang di the wujil (kalo penasaran dengan acara tahun lalu, baca di sini ya).
Tahun ini DKK juga menggandeng media, jadi nggak hanya bloger saja yang mengikuti acara ini, tetapi media juga, sekitar 25 orang mengikuti acara ini, 17 dari bloger dan 8 dari media lebih tepatnya, kami harus berkumpul jam 8 pagi di kantor DKK yang berada di Setos. Setelah mengisi absen dan mendapatkan goodiebag berupa tas slempang dan rompi jeans, aku cari sarapan dulu, maklum bukan tim sarapan pagi, jadi jam segitu aku belum makan apa-apa dan cuma beli jajanan.
Kami menaiki bis sekitar jam 10 pagi, cuaca lumayan terik saat itu, dan di bis pun pada asyik karaokean, sayang, lagunya lagu tahun 80an, huft...
kechaosan di dalam bis, kaya gini nih


Beranjak siang dan memasuki daerah Secang, rombongan berhenti sebentar untuk menunaikan sholat jumat, selesai jumatan, aku jajan bakso kojek, hehe baksonya enak, mungkin pas lagi laper-lapernya yaaa,, hahaha
Tak lama, rombongan tiba di Hotel Atria Magelang, kami pun makan siang, selesai makan siang kami menuju lantai 2 untuk belajar tentang teknik-teknik Bantuan Hidup Dasar. Ini merupakan salah satu teknik yang mau nggak mau harus dikuasai oleh semua orang, bayangkan saja sudah berapa nyawa yang terselamatkan jika setiap orang menguasai teknik ini?


BANTUAN HIDUP DASAR
Teknik bantuan hidup dasar diperkenalkan dari dulu, dan sejak 40 tahun yang lalu RJP Modern kita kenal, dan hanya membutuhkan DUA TANGAN. Sudah tahu kan jika otak dan jantung tidak terdapat oksigen antara 3-8 menit dapat menyebabkan kematian?
Jadi jika di antara selang waktu yang sempit itu tidak ada oksigen yang mengaliri otak dan jantung kita ya sudah, wassalam siap2 yasinan.
Its not funny, makanya kita perlu tahu bagaimana cara-cara menyelamatkan orang dengan dua tangan dan kami pun mempraktekannya. Seru, karena kami juga dapat ilmu baru. Ilmu yang nggak mungkin kudapatkan di dunia ekonomi, hihihi
Setelah mendapatkan ilmu baru tentang RJP modern dan cara-cara agar kita tidak menjadi korban berikutnya, kami memulai bahsan baru yaitu Gerakan Ibu Anak sehaT atau kita kenal dengan GIAT

GERAKAN IBU ANAK SEHAT
Menurut data bps jumlah kematian ibu di Semarang tahun 2011-2015 meningkat dari tahun ke tahun, padahal menurut hasil AMP kematian ibu dapat dicegah sebesar 51,4%. Mulai 2 Januari 2015 pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang menugaskan petugas surveilans kesehatan di seluruh wilayah kelurahan se-Kota Semarang dalam upaya menekan angka kejadian DBD dan Angka kematian ibu.  
Setelah diberi penjelasan tentang petugas yang selalu ada untuk mendata dan mendampingi ibu hamil, ibu nifas dan neonates, sooo tenang aja guys,,, ada petugas yang siap membantu kita di saat kita sedang hamil (mungkin?)

Setelah dua materi diberikan kami pun dipersilakan menuju ke kamar untuk bersih-bersih, sholat dan kemudian makan malam,. Aku sekamar sama Mbak Fista dari SM dan yeay! Menu malam itu kami seafoodan hihihi, (*lupa sama kolestrol), setelah makan malam kami pun menuju lantai dua lagi untuk cek kesehatan (tensi, gula) antri lumayan sih, pas aku mau antri, eh disuruh masuk karena kepala dinas kesehatan sudah tiba.

Saat bertemu Bapak Widoyono, kesan pertamaku, bapaknya sangat bersemangat dan membuka malam itu dengan seru, Pak Wido pun bercerita tentang tugas dari pak Wali, Pak Wali menginginkan terwujudnya pelayanan kesehatan 5 besar terbaik se-Indonesia di tahun 2021. Dan menurut Pak Wido, jika ingin mewujudkan tugas besar itu, salah satunya dengan mengajak bloger untuk ikut andil dalam membagikan informasi kepada masyarakat.
Setelah itu, acara pun ditutup dengan foto bersama dan kami pun kembali ke kamar masing-masing. Ada hal yang sangat lucu saat aku memutuskan untuk kembali ke kamar, jadi teman-teman yang masih dikejar deadline untuk lomba video mereka sudah mulai mengerjakan, karena aku sama kak mara merasa useless. Kami berdua memutuskan untuk keluar hotel di malam itu itung-itung sekalian cari konten, sayang waktu sudah menunjukkan pukul 9 lewat, mau ke mana? Ke artos? Mbantuin nutup mall? Mau nonton juga film terakhir sudah diputar tadi. Putar otak dan search sana sini, kami memutuskan ke kedai kopi Coffee toffee (kayaknya dulu di semarang juga ada ya?) yasudah, kami mencari tranportasi online, setelah datang, kamipun diantarkan menuju lokasi yang dimaksud, yang mana ternyata lokasinya ada di….
S
E
B
E
L
A
H

Ya… sebelah. SEBELAH HOTEL PERSIS. Kzl aku tu. Setelah menertawakan kekonyolan diri sendiri, dan ternyata di sana sedang ada acara dan sepertinya banyak laki-laki yang sedang bergoyang, kami memutuskan untuk nggak jadi masuk dan kembali ke lobby hotel dengan berjalan kaki, YAIYALAAAAH.
Kami bingung dong mau ke mana, secara itu udah masuk weekend (jumat malem sudah weekend kan ya?) akhirnya kami memutuskan untuk ke alun-alun dengan tujuan mencari sandal atau apalah gitu, meluncurlah kami ke sana, dan…. Nothing. Tapi sebelum sampai alun-alun kami melihat kafe lucu, dan sepertinya oke untuk kami berburu konten. Jadi akhirnya kami pun muter alun-alun dulu dan kemudian menuju kafe yang dimaksud dengan wajah sumringah, karena akan membahas banyak hal, dan juga bahagia karena bakal dapat konten ya, maklum www.instagram.com/lali.diet butuh dikasih makan. turun dari mobil, lihat depan kafe, tunggu,,, sepertinya ini ada yang salah…
Diem mematung sebentar, sambil memastikan nggak salah liat, CLOSED sodara-sodara…. Jam menunjukkan pukul 10 lewat 7 menit, dan SUDAH TUTUP SODARAAAAAAA

Sepertinya malam itu, kami tidak direstui semesta untuk pergi ke manapun, ya sudah, kembali ke hotel saja. BAYANGIN DONG, KAMI BERDUA MENGHABISKAN UANG MALEM ITU HANYA UNTUK OJOL, hih makin dobel2 kzlnya!

Silakan kalian tertawa T_T

SABTU 24 November 2018
critane selfie

Setelah beristirahat dengan tidak tenang, pagi itu kami pun bersiap2 rafting menuju sungai elo. Aku itu jujur ya, belum pernah rafting sebelumnya, jadi ini merupakan rafting pertama kali, ya allah, ndeso tenan aku ik. Tapi ternyata mengasyikkan. Hahahhaa aku nagih!!!
Ayooo kita dolanan banyu meneh gaaeeesss,,,


Setelah rafting kami makan siang dan beli oleh-oleh dilanjut perjalanan pulang menuju Semarang, aku turun di Jatingaleh saja, soalnya kondisi udah ngantuk berat, kalo ke bawah dulu nanti malah tidur di jalan, hehe..


Yaak sekian ceritaku mengikuti acara DKK selama dua hari, selalu seru, dan ya, tahun ini lebih seru dari tahun kemarin! Semoga diajak lagi di tahun depan, ke Karimun atau Bali boleh deh, Yeay!!!  

15 komentar :

  1. Saluut sama bapak Kadinkes bisa bawa DKK lebih maju ��

    BalasHapus
  2. Wah sudah mulai musim hujan, asyik banget pasti raftingnya...

    BalasHapus
  3. Aku suka ikut acara bareng Dinkes ini, jadi ngerti program2nya dan bisa berbagi di lingkungan kecil rumahku

    BalasHapus
  4. Program dinkes sllu ditunggu, jd tau ada bantuAn hidup dasar, bagaimana caranya jg. Semoha thun depan bisa diikutkan lg ��

    BalasHapus
  5. Seru ya er dinas menggandeng blogger...semoga aja di purwodadi bisa kayak gini juga deh dinasnya.

    BalasHapus
  6. Wah.. Seruuu. Dapat wawasan kesehatan sekaligus jalan-jalan. Pengen juga aku tuuu. Haha

    BalasHapus
  7. Dinas kesehatannya bagus ya, bisa mengadakan gathring yang mengundang bloger. Di kotaku , bloger blm lazim diundang ke acara gathering.

    BalasHapus
  8. Keren sih di kala Dinkes Semarang sudah mengajak para bloger untuk saling berbagi informasi kesehatan untuk meningkatkan angka kesehatan. Keren lah! Betewe, BHD tidak sesimpel itu loh, sebenarnya. Like, seriously. Masih banyak lagi kriteria untuk mencapai BHD yang sempurna.

    BalasHapus
  9. Sebentar, saya kok pengen ketawa dulu : naik taksi online dan ternyata lokasinya HANYA di sebelah? Kwkwkwkwkw...

    Semoga semakin banyak sinergi antara instansi pemerintah dengan blogger dalam sounding program utk masyarakat agar informasinya bisa tersebar lebih masif.

    BalasHapus
  10. Sebenarnya aku gak paham sama beberapa istilah kedokteran.
    Tapi memang mestinya badan pemerintahan banyak bekerja sama dengan wartawan atau blogger agar informasi mereka gak berhenti di kalangan mereka sendiri, namun juga ke masyarakat luas.

    BalasHapus
  11. Semoga keinginan Pak Wali untuk layanan kesehatan terbaik bisa terwujud dengan lancar. Seneng deh bisa ikut acara berkualitas kaya gini

    BalasHapus
  12. Kalau acara dengan dinas kesehatan pastinya akan mendapat ilmu dan tips tentang menjaga kesehatan ya, dantips menyelamatkan dengan 2 tangan itu penting banget ya

    BalasHapus
  13. Acara kesehatan tapi kenapa ada zonknya sih? Itu aku bayangin FTV2 yang udah naik kendaraan, bayar mahal ternyata lokasinya dekat banget, ckckck

    BalasHapus
  14. Pertemuan yang sungguh berisi dan penuh ilmu. pasti banyak pengetahuan tentang kesehatan terutama ibu dan anak jadi lebihbanyak. seru banget

    BalasHapus
  15. sedih ya angka kematian ibu trnyata meningkat, semoga bisa segera ditemukan solusinya.

    BalasHapus

Mari berkomentar yang baik yaaaa